Abstract :
Hipertensi (HT) dan diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) merupakan kategori penyakit tidak menular
(PTM) sebagai dua penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan serius secara global.
Hipertensi bersifat laten dan merupakan komplikasi T2DM yang progresnya menyebabkan
morbiditas dan mortalitas yang tinggi bagi penderitanya. Kasus keduanya terus meningkat
seiring pertambahan usia yang ditambah dengan buruknya gaya hidup masyarakat modern
sehingga perlu upaya pengendalian agar meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu upaya
pengendalian adalah dengan olahraga rutin. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan faktor risiko olehraga dengan T2DM dan HT pada lansia. Populasi
penelitian melibatkan lansia yang terdaftar di posyandu desa Waru dan Wage Sidoarjo. Metode
sampling menggunakan purpose sampling dengan teknik accidental sampling sehingga diperoleh
47 responden yang keseluruhannya adalah perempuan. Penelitian menghasilkan data 30
responden (64%) berolahraga rutin dan 17 responden (36%) tidak rutin. Penderita T2DM
sebanyak 6 orang (13%) dan 41 orang (87%) bukan penderita. Penderita HT-I sebanyak 7 orang
(15%), HT-II ada 5 orang (11%) dan 35 orang (74%) bukan penderita HT. Hasil analisis
hubungan olahraga rutin dengan T2DM diperoleh nilai korelasi (r) sebesar (-0.375) dan
probabilitas (?) sebesar 0,009. Hubungan olahraga rutin dengan HT diperoleh nilai (r) sebesar (-
0.590) dan (?) sebesar 0,000. Kesimpulannya adalah faktor risiko olahraga rutin secara nyata
berhubungan cukup kuat dan dengan T2DM dan berhubungan kuat dengan HT. Rekomendasi
penelitian menyarankan agar lansia melakukan olahraga rutin untuk mencegah dan memperbaiki
status T2DM dan HT yang dideritanya