Abstract :
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut dengan gejala seperti, batuk kurang dari dua minggu, pilek, demam dan sakit tenggorok. Tingginya kejadian ISPA pada anak usia sekolah kemungkinan disebakan oleh faktor lingkungan di dalam kelas karena sebagian besar waktu siswa dihabiskan di ruang kelas. Seperti ventilasi, suhu, kelembaban, kepadatan hunian dan lantai kelas. Kondisi ruang kelas 1-4 di MI Miftahul Ulum dianggap memiliki potensi penyebaran penyakit yang tinggi karena kurangnya ventilasi udara dan penyinaran matahari. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat absensi anak sekolah akibat sakit batuk pilek panas dengan ventilasi udara kelas 1-4 di MI Miftahul Ulum . Penelitian ini dilakukan di MI Miftahul Ulum Seruyan, Kalimantan Tengah pada bulan Maret 2023. Metode penelitian ini merupakan analitik-observasional menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner serta observasi dan pengukuran dari peneliti. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 responden menggunakan metode probability sampling dengan simple random sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistic Chi-Square tidak terdapat hubungan antara kejadian sakit batuk pilek panas dengan ventilasi udara di kelas 1-4 MI Miftahul Ulum ditunjukkan dengan p value 0,210 (>0,05).