Abstract :
Diare adalah kondisi yang dialami seseorang saat buang air besar (BAB) yang
konsistensi bentuk feses lebih encer dan dialami lebih sering dari 3 kali sehari.
Diare disebabkan karena adanya makanan dan minuman yang tercemar, hal ini
terjadi karena kurangnya kebiasaan untuk mencuci tangan dan kebiasaan
siswa-siswi yang konsumsi jajanan sembarangan dilingkungan sekolah.
Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis
hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dan jajan di sekolah dengan
kejadian diare pada siswa-siswi kelas 7 di SMPN 2 Karanganyar Kabupaten
Ngawi. Penelitian analitik korelasi menggunakan metode Cross Sectional,.
Didapatkan hasil penelitian responden perempuan sebanyak 30 orang (50,8%),
laki-laki sebanyak 29 orang (49,2%). Siswa-siswi yang mempunyai kebiasaan
mencuci tangan dengan baik 52 orang (88,1%), sedangkan kurang baik 7 orang
(11,9%). Hasil penelitian dari responden yang memiki kebiasaan jajan cukup
baik sebanyak 47 orang (79,7%). Kejadian diare pada siswa-siswi tidak
mengalami diare yaitu sebanyak 48 orang (81,4%), sedangkan yang mengalami
diare sebanyak 11 orang (18,6%).
Dari hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan mencuci
tangan dengan kejadian diare dan tidak ada hubungan antara kebiasaan jajan di
sekolah dengan kejadian diare pada siswa-siswi kelas 7 di SMPN 2
Karanganyar Kabupaten Ngawi.
Kata kunci : Diare, cuci tangan, perilaku jajan