Abstract :
YouTube yakni aplikasi media sosial bebasis video yang banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai hal, mulai dari bermain game, berbagi pengetahuan, maupun membagikan informasi terkini. Dunia belm sepenuhnya pulih pasca pandemic Covid-19 tetapi masyarakat digegerkan oleh isu resesi. Pada bulan September 2022 Chanel YuTube milik Kementrian Keuangan Rpublik Indonesia menampilan Live Streaming dengan judul Konfrensi Pers APBN KITA September 2022 dan dipimpin oleh Kemenkeu Ibu Sri Mulyani. Ia memperkirakan perekonomian dunia akan terjun ke jurang resesi pada 2023. Pada bulan oktober hingga seterusnya banyak video yang terunggah dengan hashtag resesi 2023 (#resesi2023) setiap harinya. Pada bulan 21 Oktober 2022 Live Streaming kemabali dilaksanakan dan memnculkan berita baik yaitu mengenai informasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022 akan tumbuh sangat pesat yaitu di atas 5,5%.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dan perbedaan dari video dengan hashtag resesi 2023 pada harga penutupan IHSG dan market return sebelum dan sesudah konfrensi pers bulan Oktober 2022. Pupulasi penelitian ini ialah seluruh video dengan hashtag resesi 2023 dan harga IHSG selama 30 hari sebelum dan sesudah konfrensi pers. Penelitian ini bertipe evenet study, dan uji pengaruh dengan nilai signifikasi pada regresi. Hasil dari penelitian menunjukan IHSG tidak dipengaruhi oleh video beredar tetapi market return dipengaruhi, dan uji beda menghasilkan tidak ada perbedaan IHSG maupun market return sebelum dan sesudah Konfrensi Pers APBN KITA Oktober 2022.
Kata Kunci : Resesi 2023, Konfrensi Pers APBN KITA, IHSG, Market Return, Event Study