Abstract :
Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) menjadi salah satu tanaman herbal dengan berbagai kandungan di dalam nya yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari sari Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian menggunakan spektrofotometri. Bawang dayak dihaluskan lalu diperas. Bakteri Staphylococcus aureus diperoleh bakteri murni Laboratorium Bakteriologi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Terdapat 11 perlakuan dan 5 pengulangan, sari Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan berbagai konsentransi yaitu 256 µL/mL,128 µL/mL,64 µL/mL,32 µL/mL,16 µL/mL,8 µL/mL,4 µL/mL,2 µL/mL,1 µL/mL,0 µL/mL dan antibiotik kloramfenikol 30 µg/mL. Staphylococcus aureus yang telah dibiakkan di media Nutrient Agar (NA) dimasukkan kedalam media pepton dan menyetarakan kekeruhan dengan larutan mcFarland 0,5. Suspensi bakteri yang sudah setaraHasil penelitian menunjukkan konsentrasi hambat minimum (KHM) sari bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 32 µL/mL dengan nilai 0,767 Abs
Kata kunci: Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.), Staphylococcus aureus, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM)