Abstract :
Dalam penelitian ini dilakukan analisis mendalam terhadap aspek ekonomi dalam
penanganan kasus tuberculosis di Provinsi Jawa Timur selama periode 2018-2021.
Penelitian ini membahas beberapa faktor krusial, antara lain dampak alokasi
anggaran pemerintah di sektor kesehatan, peran infrastruktur non fisik dan fisik,
serta keberadaan BPJS PBI dalam memengaruhi jumlah kasus TBC di wilayah
tersebut. Tuberculosis (TBC) sendiri adalah penyakit menular yang diakibatkan
oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Dalam penelitian ini, metode yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan analisis regresi
data panel. Data yang digunakan melibatkan cross section dan time series dari kasus
TBC di 38 Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Model Fixed Effect digunakan
untuk pengujian, dan alat analisis yang dipilih adalah perangkat lunak Eviews.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa anggaran kesehatan memiliki dampak
yang signifikan terhadap jumlah kasus TBC. Peningkatan alokasi anggaran
kesehatan berpotensi memberikan kontribusi positif dalam mengurangi kasus TBC,
dengan demikian memiliki peran penting dalam upaya pengendalian dan
pencegahan penyakit ini. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa faktor seperti
infrastruktur fisik, infrastruktur non fisik, keanggotaan BPJS PBI, dan BPJS non
PBI tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kasus TBC.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana pengaruh alokasi anggaran
kesehatan, peran infrastruktur fisik dan non fisik, serta keberadaan BPJS PBI dan
non PBI terhadap kasus TBC di Provinsi Jawa Timur.
Kata Kunci : Anggaran Kesehatan, Rumah Sakit, Tenaga Medis, BPJS PBI, BPJS NON PBI