Abstract :
Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolisme yang di tandai dengan
adanya hiperglikemia kronis, dan merupakan salah satu penyakit yang bersifat
kronis, yang terjadi karena meningkatnya kadar glukosa darah karena tubuh yang
tidak dapat memproduksi hormon insulin dengan baik atau insulin tidak bisa
bekerja dengan efektif. Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, jenis
penelitian yang digunakan adalah korelasi yang menggambarkan hubungan antar
variabel. Adapun desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus rawat jalan di
Puskesmas Payung yang memiliki populasi 79 pasien. Teknik pengolahan data yang
akan digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil uji statistik
spearman rank didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,631 dan p-value sebesar
0,001 < 0,05, maka dapat disimpulkan yaitu terdapat hubungan antara tingkat Stres
pada penderita Diabetes Mellitus dengan Kadar Gula Darah di Wilayah kerja
Puskesmas Payung Kabupaten Bangka Selatan. Nilai koefisien korelasi spearman
rank ini sebesar 0,631 menunujukkan jika kekuatan hubungan antara dua variabel
ini pada kategori kuat. Diabetes Mellitus dan stress ini terdapat hubungan yang
begitu erat dan terdapat beberapa penyakit yang sedang diderita, yang mana
penyakit yang diderita seseorang ini dapat mengakibatkan penurunan pada kondisi
seseorang sehingga dapat memicu terjadinya stress. Stress ini salah satu yang bisa
menjadi pemicu terjadinya diabetes yang lebih cepat. Jadi, yang paling penting
yaitu bisa menghindari sesuatu hal yang bisa membuat stress akut agar tingkat kadar
glukosa darah dalam kondisi baik.
Kata Kunci: Stres, Kadar Gula Darah, Diabetes Mellitus.