Abstract :
Scenario planning merupakan salah satu alternatif untuk
menjalankan sebuah perencanaan. Perencanaan skenario juga merupakan
sebuah gambaran tentang masa depan. Metode perencanaan scenario dapat
membantu manajemen perusahaan memahami alternatif-alternatif masa
depan dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat menyebabkan
hal-hal tersebut muncul. Metode ini digunakan untuk melihat kondisi
perusahaan pada posisi dimana. Penelitian ini menggunakan Teknik
analisis regresi linier berganda yang menggunakan data sekunder
perusahaan telekomunikasi pada Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021
diukur dengan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan
profitabilitas. Rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas
menggunakan pengukuran current ratio, quick ratio, debt to assets ratio,
debt to equity ratio, inventory turnover, total asset turnover, return on
assets, dan return on equity. Sampel yang ditetapkan menggunakan
purposive sampling sebanyak 40 pengamatan. Pada hasil penelitian yang
telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa current ratio dan quick
ratio tidak berpengaruh terhadap scenario planning, sedangkan debt to
assets ratio, debt to equity ratio, inventory turnover, total asset turnover,
return on assets, dan return on equity berpengaruh terhadap scenario
planning.