Abstract :
Darah sapi ialah produk sampingan ternak yang digunakan bahan pakan dalam pakan unggas. Darah ialah produk limbah mengandung bahan organik dalam jumlah cukup tinggi dan mudah terurai. Darah sapi setelah penyembelihan hewan langsung dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu, sehingga dapat menjadi limbah yang berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan jumlah pupuk urea yang digunakan dengan jumlah pupuk organik limbah darah sapi, serta bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam darah sapi. Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menjadi tempat penelitian ini pada bulan Mei - Juni tahun 2022. Faktor perlakuan limbah darah sapi POPe (P) dan urea (K) digunakan dalam percobaan ini, yaitu dilakukan dengan menggunakan metode kelompok acak. Menggunakan P0 (tanpa perlakuan POPe), perlakuan POPe pada limbah cangkang telur menggunakan P1 (9 gr POPe), P2 (18 gr POPe), dan P3 (27 gr POPe), serta K0 (tanpa penambahan urea), dosis Pupuk dengan urea K1 (3,22 g urea), perlakuan ini diulang sebanyak tiga kali. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan POPe dan urea pada tanaman bayam memberi dampak yang signifikan terhadap sejumlah parameter yang diamati.
Kata kunci : Bayam, Dosis Urea, Hasil, Pertumbuhan, Polybag dan Pupuk Organik Pelet Darah Sapi.