Abstract :
Aloksan merupakan zat diabetogenik yang bersifat toksik dan dapat
menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efek dari pemberian ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum)
terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) yang
diinduksi aloksan. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar umur ± 3 bulan
digunakan dalam penelitian ini. Seluruh sampel tersebut dibagi secara acak menjadi
lima kelompok perlakuan yaitu: (K-) tikus sehat yang hanya diberikan aquades;
(K+) tikus yang diberikan aloksan 120 mg/kgBB intraperitoneal; (P1) tikus yang
diberikan aloksan 120 mg/kgBB intraperitoneal dan ekstrak daun sirih merah 100
mg/kgBB peroral; (P2) tikus yang diberikan aloksan 120 mg/kgBB intraperitoneal
dan ekstrak daun sirih merah 150 mg/kgBB peroral; (P3) tikus yang diberikan
aloksan 120 mg/kgBB intraperitoneal dan ekstrak daun sirih merah 200 mg/kgBB
peroral. Perlakuan diberikan selama 14 hari. Pada hari ke-15 semua tikus di
euthanasi dan di nekropsi untuk diambil organ ginjal kemudian dijadikan preparat
dengan pewarnaan HE. Gambaran lesi histopatologi yang diamati yaitu nekrosis,
degenerasi, dan infiltrasi sel radang. Pengamatan gambaran histopatologi dilakukan
dengan mikroskop perbesaran 40x. Data hasil dari pengamatan dianalisis dengan
metode Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ekstrak daun sirih merah dapat mengurangi efek hiperglikemia dengan perbedaan
nyata (P<0.05) dan dengan diberikannya ektrak daun sirih merah 2% dosis 100
mg/kgBB, 150 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dapat menyebabkan perubahan
histopatologi nekrosis, degenerasi dan infiltrasi sel radang pada ginjal tikus putih
kemudian disimpulkan pasca diinduksi aloksan 120 mg/kgBB terdapat hasil yang
signifikan (P<0,05).
Kata kunci: degenerasi, ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum), histopatologi
ginjal tikus putih (Rattus norvegicus), infiltrasi sel radang, nekrosis