Abstract :
Penilitian ini dilakukan untuk menganalisis efek ekstrak jahe sebagai
antibakteri alami pada Salmonella sp. secara in vitro. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimental mengenai efek ekstrak jahe sebagai antibakteri alami
dibandingkan dengan antibiotik cholamphenicol terhadap bakteri Salmonella sp.
Uji sensitivitas antibakteri ekstrak jahe dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Salmonella sp. dilakukan menggunakan difusi cakram disk. Pengamatan dilakukan
1 x 24 jam selama masa inkubasi berlangsung. Daerah bening yang terbentuk
merupakan petunjuk kepekaan terhadap antibiotik atau ekstrak antibakteri yang
digunakan sebagai bahan uji. Hasil pengujan dianalisis menggunakan ANOVA dan
Duncan. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa ekstrak jahe
dengan berbagai konsentrasi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan PIDG
Salmonella sp. Ekstrak jahe dengan konsentrasi 10%, 20% dan 40% memperlitkan
zona hambat yang lebih besar jika dibandingkan dengan antibiotik klorampenikol
(p?0,05). Hal ini menjelaskan bahwa ekstrak jahe memiliki potensi sebagai
antibiotik alami yang lebih baik jika dibandingkan dengan klorampenikol.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu adanya sensitivitas
ekstrak jahe terhadap pertumbuhan Salmonella sp. dengan ukuran zona hambat
meningkat sebanding dengan kosentrasi ekstrak jahe yang digunakan.