Abstract :
Teh hijau (Camellia sinensis) merupakan salah satu jenis tanaman herbal
untuk bahan baku pembuatan obat tradisional dan juga dapat berperan sebagai
antioksidan, antiinflamasi, antikarsinogenik, dalam kesehatan kardiovaskular,
kesehatan mulut dan sebagai antimikroba. Dalam menjadikan obat tradisionak
perlu dilakukan pengembangan obat melalui tahap uji praklinik dengan
melakukan uji toksisitas untuk memperkirakan munculnya efek toksik sesudah
dilakukan pemberian sediaan uji dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis)
terhadap histopatologi ginjal tikus putih Rattus norvegicus. Penelitian ini
menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari kontrol
normal P0, P1 (50 mg/kg BB), P2 (500 mg/kg BB), P3 (5000 mg/kg BB) ekstrak
daun teh(Camellia sinensis). Parameter yang diamati adalah nekrosis, inflamasi,
degenerasi, hemoragi, dan kongesti. Hasil histopatologi dianalisis menggunakan
Kruskal-wallis menunjukkan bahwa ekstrak daun teh (Camellia sinensis) sampai
dosis 500 mg/kgBB menunjukkan tidak memberikan efek toksisitas akut,
sedangkan pada dosis tinggi 5000 mg/kg BB memberikan efek toksisitas akut
dengan perbedaan yang tidak terlalu signifikan(P>0,05).
Kata kunci: Daun teh hijau (Camellia sinensis), toksisitas akut, ginjal, tikus putih
Rattusnorvegicus.