Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun mint
(Mentha Arvensis L.) terhadap histopatologi limpa pada tikus putih (Spargue?dawley). Pada penelitian ini digunakan tikus putih (Spargue-dawley) sebanyak 24
ekor untuk hewan percobaan. Rancangan yang digunakan berupa rancangan acak
lengkap dengan 4 kelompok dengan dosis kontrol (0 mg/kg BB), P1 (1250 mg/kg
BB), P2 (2500 mg/kg BB), dan P3 (5000 mg/kg BB) kemudian pada hari ke-14
dilakukan nekropsi. Dilanjutkan pembuatan preparat histopatologi dengan metode
pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) dan selanjutnya dilakukan pengamatan
histopatologi dan scoring dilihat dari parameter inflamasi, nekrosis, hemoragi, dan
degenerasi. Hasil penelitian ekstrak daun mint (Mentha Arvensis L.) pada
inflamasi 0 (0,00+0,00), 1 (0,00+0,00), 2 (0,00+0,00), 3 (1,00+0,89) hasil
penelitian ditemukannya perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), nekrosis 0
(0,00+0,00), 1 (0,00+0,00), 2 (0,00+0,00), 3 (0,66+0,51) hasil penelitian
ditemukannya perubahan yang sangat nyata (P<0,01), sedangkan pada hemoragi
dan degenerasi 0 (0,00+0,00), 1 (0,00+0,00), 2 (0,00+0,00), 3 (0,00+0,00) hasil
stabil menunjukan tidak ada perbedaan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini
ekstrak daun mint (Mentha Arvensis L.) pada limpa tikus putih (Spargue-dawley)
terjadi perubahan pada inflamasi dan nekrosis, sedangkan pada hemoragi dan
degenerasi tidak ada perubahan.