Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun sirih merah
(Piper crocatum) terhadap histopatologi degenerasi, nekrosis, dan infiltrasi sel
radang pada hepar yang diinduksi aloksan. Hewan coba yang digunakan adalah
tikus putih sebanyak 25 ekor yang dipilih menggunakan rumus Federer. Penelitian
eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kelompok perlakuan dan
5 ulangan. Kelompok perlakuan tersebut adalah K- = kelompok kontrol negatif, K+
= kelompok kontrol positif dengan pemberian aloksan 120 mg/kgBB, P1 =
perlakuan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) konsentrasi 2% dosis 100
mg/kgBB dan aloksan 120 mg/kg BB, P2 = perlakuan ekstrak daun sirih merah
(Piper crocatum) konsentrasi 2% dosis 150 mg/kgBB dan aloksan 120 mg/kg BB,
P3 = perlakuan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) konsentrasi 2% dosis
200 mg/kgBB dan aloksan 120 mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan uji statistik Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney
Test. Berdasarkan hasil perhitungan uji Kruskal wallis dan uji Mann Whitney Test
nilai P (Asymp.sig) <0.05 yang menurunkan degenerasi, nekrosis, dan infiltasi sel
radang pada sel hepar adalah perlakuan P2 dan P3 dengan rata-rata degenerasi (P2)
2.00a ± 0.00, dan (P3) 1.60a ± 0.54, nekrosis (P2) 2.40a ± 0.89, dan (P3) 1.80a ±
0.44, dan infiltasi sel radang (P2) 1.4a ± 0.54 dan (P3) 1.6a ± 0.62. Dengan demikian
terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Dari
hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pemberian ekstrak daun sirih merah
dapat mengurangi degenerasi, nekrosis, dan infiltasi sel radang pada organ hepar.