Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
kunyit putih (Curcuma zedoaria) dan temulawak (Curcuma zanthorrhiza) terhadap
berat badan dan gula darah hamster campbell (Phodopus campbell). Hewan
percobaan yang digunakan adalah hamster campbell sejumlah 25 ekor. Rancangan
yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan 5
ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah P0 (kontrol negatif), P1 (kontrol positif),
P2 (ekstrak kunyit putih), P3 (ekstrak temulawak), P4 (ekstrak kunyit putih dan
temulawak). Pemberian perlakuan dilakukan selama 7 hari dan pengecekan
dilakukan dihari ke-7. Hamster yang diberikan diet glukosa dan diterapi dengan
glicazide telah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kadar gula darahnya
(37,0±7,4). Glicazide merupakan obat yang sering digunakan sebagai terapi untuk
diabetes melitus. Penelitian untuk mengetahui peningkatan berat badan dilakukan
pada hamster yang diberikan ekstrak temulawak, baik dalam dosis tunggal maupun
kombinasi temulawak dan kunyit putih, yang menunjukkan peningkatan berat
badan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol glicazide
(50,5±5,5), kelompok kontrol negatif (56,0±5,8), dan kelompok yang hanya
diberikan kunyit putih (54,7±8,1). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat dikatakan
bahwa temulawak merupakan agen herbal yang efektif untuk terapi diabetes, karena
mampu meningkatkan berat badan tanpa menyebabkan hipoglikemia, dikarenakan
pada temulawak dan kunyit putih mengandung kurkumin yang dapat meningkatkan
nafsu makan dan antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar gula dalam
darah hamster tersebut.
Kata Kunci: Temulawak, Kunyit putih, Glicazide, Hamster, Diabetes