Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi kuersetin derivat ekstrak bunga
Kamboja Jepang (Adenium obesum) terhadap jumlah heterofil, monosit dan limfosit
ikan mas oranda (Carassius auratus auratus) dengan model Furunkulosis.
Menggunakan metode penelitian eksperimental dan menggunakan 60 ekor ikan mas
oranda (Carassius auratus auratus) denganenam perlakuan yaitu P0 (sehat), P1
(sakit tanpa terapi), P2 (sakit dan terapi ciprofloxacin), P3 (sakit dan terapi ekstrak
1000 ppm), P4 (sakit dan terapi ekstrak 2000 ppm) dan P5 (sakit dan terapi ekstrak
4000 ppm). Ikan diberikan perlakuan selama 5 hari secara imersi. Pada hari ke 1
ikan mas oranda diinfeksi dengan Aeromonas salmonicida yang diberikan secara
intraperitonial (1 mL, 1 x 106 CFU/mL). Pada hari ke 6 dilakukan pengambilan
darah melalui intravena kemudian darah diperiksa menggunakan teknik apusan
darah tepi. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara statistik
menggunakan uji One WayANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah
heterofil, monosit dan limfosit optimum ada pada konsentrasi 4000 ppm karena
menunjukkan hasil yang paling mendekati kelompok P0 (sehat). Sehingga kuersetin
derivat ekstrak Kamboja Jepang (Adenium obesum) berefikasi terhadap peningkatan
jumlah limfosit dan penurunan jumlah monosit dan heterofil dalam darah ikan mas
oranda dengan model furunkulosis.
Kata Kunci: Kuersetin, Furunkulosis, Heterofil, Monosit, Limfosit.