Abstract :
Penelitian berikut bertujuan guna memampukan informasi mengenai efektifitas ektrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap gambaran histopatologi di usus halus duodenum tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinfeksi bakteri Escherichia coli. Macam penelitian berikut yakni eksperimental laboratorium dengan memakai tikus putih (Rattus norvegicus) jantan berusia 2-3 bulan sebanyak 26 ekor, yang dibagi menjadi 6 perlakuan yakni. P0 = tidak diinduksi Escherichia coli + tanpa ekstrak belimbing Wuluh (tanpa terapi), P1 = diinduksi Escherichia coli + tanpa ekstrak Belimbing Wuluh, diinduksi Escherichia coli + ekstrak Belimbing Wuluh konsentrasi 20% (P2), 30% (P3), 50% (P4) dan 60% (P5). Sesudah seluruh tikus putih diinfeksi dengan E. coli. Di hari ke-15 dilaksanakan nekropsi untuk pengambilan sampel dalam bentuk usus halus duodenum dan dibuat preparat histology, memakai pewarnaan Hematoxilin-Eosin. Berikutnya dilaksanakan pengamatan terhadap gambaran mikroskopis yang termasuk dalam perubahan dalam bentuk: nekrosis, infiltrasi sel radang dan haemorgahi. Data yang diperoleh dianalisa dengan Uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya termampu perbedaan yang nyata antar perlakuan (P<0.05) dimana nilai skor histopatologi nekrosis, infiltrasi sel radang dan haemorhagi secara berurutan yakni P0 (2.00±0.00a, 1.00±0.00a, 1.50±1.732a), P1 (2.50±1.00ab, 1.75±0.50b, 5.00±0.00b), P2 (3.50±1.00bc, 2.00±0.00b, 5.00±0.00b), P3 (4.00±0.00c, 2.00±0.00b, 5.00±0.00b), P4 (3.00±1.155abc, 2.00±0.00b, 5.00±0.00b) dan P5 (4.00±0.00c, 2.00±0.00b, 5.00±0.00b). Dari hasil penelitian bisa diambil kesimpulan bahwasannya penambahan ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) di tikus putih (Rattus norvegicu) jantan yang diinfeksi bakteri Escherichia coli tidak efektif berdasarkan gambaran histopatologis usus halus duodenum tikus putih (Rattus norvegicus).