Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi biaya total persediaan bahan baku kedelai, (2) mengkalkulasi persediaan bahan baku sebelum dan sesudah menggunakan analisis EOQ, dan (3) menganalisis waktu pemesanan kembali bahan baku agar tidak kehabisan stok kedelai digudang penyimpanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskptif sehingga pimpinan Industri Tahu Bohar dijadikan sebagai sumber untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan EOQ, TIC, dan ROP.
Hasil penelitian didapatkan persediaan optimal bahan baku kedelai menggunakan metode EOQ sebesar 170 karung per pemesanan dengan frekuensi pembelian sebanyak 17 kali, total inventory cost (TIC) adalah sebesar Rp 5.100.000,- dan ROP dilakukan pada saat bahan baku digudang sebesar 16 karung. Hal ini terlihat dari hasil perbandingan TIC yang lebih efisien menggunakan metode EOQ sehingga mampu menghemat biaya dan mampu menambah keuntungan. Saran yang dianjurkan bagi manajemen Industri Tahu Bohar adalah untuk menggunakan metode EOQ dalam proses pengendalian bahan baku kedelai pada industri.
Kata Kunci : Economic Order Quantity (EOQ), Persediaan Bahan Baku,
Reorder Point (ROP), Total Inventory Cost (TIC).