Abstract :
Balita merupakan masa pertumbuhan yang penting pada anak. Pertumbuhan balita dipengaruhi oleh asupan nutrisi maupun zat gizi dan dapat dijadikan sebagai indikator dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan. Stunting adalah anak- anak yang secara postur tubuh lebih kecil dari anak anak seusianya. Penyebab secara langsung yaitu kebutuhan atau asupan nutrisi yang tidak terpenuhi dan terjadi infeksi penyakit, sedangkan faktor penyebab secara tidak langsung yaitu pola asuh dari orang tua, jumlah ketersediaan bahan pangan pada rumah tangga, dan adanya pelayanan kesehatan. Stunting dapat berdampak pada penurunan kecerdasan, rentan terhadap penyakit, penurunan produktifitas sehingga ini menjadi permasalahan yang serius dan harus segera ditangani. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh berbagai macam gambaran faktor risiko dengan kejadian stunting anak usia balita.
Penelitian ini menggunakan literature review atau study literature dengan 25 artikel ilmiah internasional dan nasional yang terbit pada 10 tahun terakhir. Artikel ilmiah bersumber dari Mendeley, Google Scholar, dan Pubmed. Data dianalisis secara deskriptif dari hasil penelitian yang dipublikasi pada jurnal ilmiah.
Berdasarkan hasil literature review dihasilkan bahwa stunting merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh negara berkembang. Pemicu yang menyebabkan stunting adalah sosial ekonomi keluarga, pemberian ASI, dan berat badan lahir rendah. Faktor yang mempengaruhi sosial ekonomi adalah tingkat pendapatan, pendidikan, dan partisipasi ibu bekerja, sedangkan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi produksi ASI ibu, penggantian ASI eksklusif dengan susu formula, dan kemampuan menghisap pada bayi, dan berat badan lahir dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi makanan, pemberian makanan, dan pemberian ASI.
Berdasarkan gambaran faktor yang menyebabkan stunting dapat disimpulkan adanya hubungan antara sosial ekonomi, pemberian ASI, dan Berat badan lahir rendah terhadap angka kejadian stunting.