Abstract :
Penelitian sebelumnya menyatakan adanya hubungan cukup kuat antara
kadar gula darah dengan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus tipe2. Hal ini
mengindikasikan bahwa kadar gula darah pada pasien DM Tipe2 dapat
menyebabkan peningkatan tekanan darah. Adanya hubungan tersebut pasien harus
memperhatikan kadar gula darah dan tekanan darah supaya tidak terjadinya
peningkatan agar selalu dalam batas normal. Menurut penelitian kohort,
menurunkan tekanan darah sebesar 5 hingga 10 mm Hg dapat mengurangi risiko
kematian akibat DM tipe 2 hingga tiga kali lipat sementara juga menurunkan risiko
komplikasi stroke hingga 50% dan gagal jantung hingga tiga kali lipat pada pasien
yang tekanan darahnya tidak terkontrol. Dan dari data yang didapatkan seperti
jumlah pasien diabetes mellitus di Bali dan di Puskesmas Klungkung II, dan jumlah
pasien hipertensi di Puskesmas Klungkung II maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian di wilayah kerja Puskesmas Klungkung II untuk mengetahui
gambaran kadar gula darah dan tekanan darah pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas
Klungkung II Kecamatan Klungkung Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien diabetes mellitus tipe
2 yang memiliki hasil pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah di
Puskesmas Klungkung II yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan besar
sampel yang diambil sebanyak 88 responden. Kemudian data dianalisis secara
deskriptif. Dan dari hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien
diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Klungkung II Kecamatan Klungkung Provinsi
Bali berusia antara 51 ? 60 tahun yaitu sebanyak 55,4% dan berjenis kelamin
perempuan yaitu sebanyak 51,5%. Mempunyai kadar gula darah yang masih tinggi
(> 200 mg/dL) yaitu sebanyak 63,4%, tetapi tidak diikuti dengan peningkatan
tekanan darah. Meski diketahui sebagian besar responden mempunyai tekanan
darah < 120/80 mmHg yaitu sebanyak 44,6%.