Abstract :
Air susu ibu merupakan asupan utama yang baik pada bayi karena
mempunyai nutrisi yang seimbang dan lengkap untuk pertumbuhan dan
perkembangan pada bayi. Diare menjadi penyebab utama kematian dikarenakan
kehilangan cairan dan elektrolit didalam tubuh ketika buang air besar yang
berlebihan. Diare lebih rentan terjadi pada anak atau bayi kurang gizi, meski
tergolong ringan. Namun karena diare sering terjadi dengan kurangnya nafsu makan
dapat menyebabkan kondisi tubuh menjadi lemah, kondisi ini sangat berbahaya
pada bayi dan anak. Faktor yang mempengaruhi terjadinya diare karena ASI, salah
satunya adalah faktor perilaku. Dimana pemberian ASI dan kebiasaan mencuci
tangan merupakan faktor perilaku yang berpengaruh dalam penyebaran kuman
enterik sehingga risiko terjainya diare bisa terjadi. Tujuan: Untuk mengetahui
hubungan pemberian ASI dan atau susu formula dengan kejadian diare pada bayi 0
? 12 bulan. Metode Penelitian: Menggunakan analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Sampel: Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu
menyusui pada Bayi Usia 0 ? 12 Bulan di Puskesmas Batuputih yang memenuhi
kriteria dari peneliti yaitu sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel dari
penelitian ini menggunakan nonprobability sampling. Penelitian ini menggunaka
data Primer yaitu Kuisioner. Variabel Penelitian: Veriabel penelitian: Variabel
bebas (Independent) ASI dan susu formula. Variabel bebas (Dependent) Diare.
Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil
Penelitian: dari hasil uji korelari Spearman didapatkan hasil yang tidak Signifikan
0,01 level (2-tailed) yaitu p-value = 0,165 > 0,05 maka hipotesis penelitian ditolak.
Kesimpilan: Tidak ada hubungan dengan pemberian ASI dan atau susu formula
dengan kejadian diare pada bayi usia 0 ? 2 bulan di Puskesmas Batuputih.