DETAIL DOCUMENT
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Keparahan Asma di Rumah Sakit Umum Daerah Bangli
Total View This Week0
Institusion
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Author
Sentana, Ninda Audy Puspita
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-01-24 05:01:55 
Abstract :
Obesitas meningkatkan kerentanan terhadap infeksi pernapasan dan tingkat rawat inap lebih tinggi pada pasien obesitas dengan penyakit pernapasan, dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan yang ideal atau dapat dikatakan sehat. Pasien asma dengan obesitas menunjukkan keparahan yang lebih dibanding pasien yang non obesitas. Obesitas memiliki efek pada perubahan fisiologi paru, gejala yang timbul mirip asma. Sejumlah penelitian telah menunjukkan hubungan antara asma dengan kejadian obesitas dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun penyebab pasti yang menghubungkan keduanya belum teridentifikasi, namun statistik epidemiologis menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan kejadian asma, meningkatkan prevalensi kondisi dan tingkat keparahannya, serta mengurangi keefektifan obat yang digunakan dalam pengobatan. Berdasarkan dari permasalahan yang sudah dijabarkan di atas, sebagai penulis ingin mengetahui hubungan pasien dari derajat kejadian asma dengan menilai obesitas yang di ukur menggunakan IMT di Poli Paru Rumah Sakit Umum Daerah Bangli dengan menganalisa data melalui rekam medik dari pasien. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan metode potong lintang (cross sectional). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien asma yang ada di RSUD Bangli yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi dengan besar sampel yang diambil sebanyak 76 pasien. Uji statistik yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat keparahan asma pada pasien asma di RSUD Bangli (p-value 0,000, r: 0,891). 
Institution Info

Universitas Wijaya Kusuma Surabaya