Abstract :
ABSTRAK
Ayam broiler merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting
dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk melihat bagaimana pengaruh penambahan tepung VCO terhadap rasio pakan
terhadap jumlah output daging ayam broiler. Hewan coba dipisahkan menjadi 4
kelompok dengan jumlah 24 ekor dimana P0: diberi pakan komersil tanpa
campuran VCO, P1: hewan coba diberi pakan komersil dan bubuk VCO 5%, P2:
hewan coba diberi pakan komersil dan bubuk VCO 10%, P3: hewan coba diberi
pakan komersil dan bubuk VCO 15%. Cara pembuatan menggunakan 2 metode
yaitu teknik pemanasan dan non-pemanasan, dikenal sebagai metode dingin, adalah
dua kategori utama VCO. Proses tanpa pemanasan (metode dingin) memberikan
berbagai keuntungan dari segi produk yang dihasilkan yaitu kandungan antioksidan
yang lebih tinggi, sehingga metode ini baik untuk pembuatan VCO unggul. Metode
produksi VCO ada berbagai macam, antara lain dengan metode pemancingan,
metode titik isoelektrik, metode fermentasi atau peragian, dan enzimatis. Salah satu
teknik paling sederhana dalam memproduksi VCO tanpa pemanasan adalah melalui
proses enzimatik dan fermentasi. Setelah hasil diperoleh lalu data dirata-rata dan
ditabulasi selanjutnya analisis data menggunakan uji analisis sidik ragam (ANOVA)
lalu dilanjutkan dengan Post Hoc (Duncan) untuk mengetahui perbedaan disetiap
kelompok. Temuan penelitian diverifikasi secara statistik menggunakan analisis
varians, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan atau nilai P
(0,001), sehingga penelitian dapat dilanjutkan dengan pengujian tambahan. Uji
beda nyata terkecil (BNT) menunjukkan proporsi paling efektif yang digunakan
adalah P3 dengan penambahan 15% VCO (Virgin Coconut Oil). Rata-rata kadar
protein daging pada ayam broiler secara berturut-turut kontrol dan perlakuan adalah
17,5%; 17,97%; 18,58%; dan 19%.
Kata kunci: antioksidan, ayam broiler, pakan komersil, Virgin Coconut Oil (VCO)