Abstract :
Jembatan merupakan infrastruktur dasar dan utama dalam
menggerakkan roda perekonomian nasional dan daerah, mengingat
penting dan strategisnya fungsi jembatan untuk mendorong distribusi
barang dan jasa sekaligus mobilitas penduduk. Limbah konstruksi
adalah sisa material akibat pembelian yang berlebihan, sisa beton, baja,
dan puing ? puing tiang pancang rusak yang timbul dari berbagai
kegiatan konstruksi agar dapat meminimalisasi kerugian yang terjadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengedintifikasi faktor ? faktor yang
berpengaruh menghasilkan limbah material yang sering terjadi dalam
pembangunan proyek jembatan. Faktor ? faktor yang diteliti
berdasarkan kombinasi beberapa literatur dan hasil penelitian terdahulu
meliputi lima faktor, yaitu : (1) Pekerjaan Pondasi (X1), (2) Pekerjaan
Pilar (X2), (3) Pekerjaan PierHead (X3). (4) Pekerjaan Gelagar (X4), (5)
Pekerjaan Plat Lantai (X5), (6) Struktur Lainnya (X6). Teknik
pengumpulan menggunakan kuisioner dan wawancara dengan memakai
instrumen skala likert 1-5. Hasil penelitian menggunakan Analisis
Frekuensi menyimpulkan bahwa pekerjaan pada pengecoran plat lantai
menjadi faktor yang dominan yang harus di pertimbangkan. Hasil
analisis data penelitian menunjukan bahwa presentase biaya sisa
material terbesar adalah Pekerjaaan Pengecoran Pier Head dan Pier
Kolom 30 fc sebesar 54% atau senilai Rp 40.987.600,00. Sedangkan
presentase total biaya material terhadap total biaya proyek sebesar
sebesar 0,001% atau senilai Rp 75.414.820