Abstract :
Investasi di sektor penginapan sangat berisiko karena dana yang
dibutuhkan sebagai investasi awal sangat besar. Oleh karena itu,
diperlukan studi kelayakan finansial dan manajemen risiko yang tepat
untuk keberhasilan pembangunan Hotel X. Metode yang digunakan
untuk menganalisa kelayakan investasi Hotel X Surabaya dengan
indikator ekonomi proyeksi rugi-laba, B/C, IRR, NPV dan PP agar
dapat dinilai layak atau tidak layak untuk dilaksanakan. Hasil penelitian
terdapat 5 variabel dan 17 indikator risiko. Dengan menggunakan
analisa kualitatif (Qualitative analysis) dan kuantitatif (Quantitative
analysis) yang hanya terbatas pada biaya, hasil dari perhitungan didapat
risiko yang paling berpengaruh atau dominan yaitu variabel risiko
teknis, yang penyebab terjadinya lemahnya komunikasi antara manajer
dan pekerja di lapangan, serta kurangnya pemantauan, dengan
penanganan (mitigasi) meningkatkan komunikasi antar anggota dan
meningkatkan frekuensi pemantauan di lapangan. Keberadaan risiko
yang masuk dalam kategori tinggi harus mendapat perhatian yang lebih
dan semua resiko yang akan terjadi sebisa mungkin di mitigasi / di
tangani.