Institusion
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Author
Radhayanti, Ni Putu Sintya Radhayanti
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2020-01-27 03:09:55
Abstract :
Abstrak
Biji pepaya diketahui mempunyai aktivitas farmakologi daya antiseptik terhadap salah satu bakteri penyebab diare yaitu Staphylococcus aureus, dimana biji pepaya yang masih muda dengan biji berwana putih memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan biji pepaya yang sudah tua yang berwana hitam. Dari paparan yang sudah dijelaskan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh pemberian ekstrak biji pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Staphylococcus Aureus dengan menggunakan metode difusi agar. Dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian posttest only control group design, maka populasi dalam penelitian ini adalah biakan murni bakteri Staphylococcus aureus dengan jumlah sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 24 sampel yang terbagi dalam 6 kelompok perlakuan. Kemudian uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Way Anova. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, diketahui adanya pengaruh pemberian ekstrak biji pepaya (Carica pepaya L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, dimana hal ini ditunjukkan oleh terbentuknya zona hambat dimulai dari ekstrak biji pepaya (Carica pepaya L) konsentrasi terendah 20% (P3) dengan rata-rata zona hambat 7,88 mm, konsentrasi 40% (P4) dengan rata-rata zona hambat 7,98 mm, konsentrasi 60% (P5) dengan rata-rata zona hambat 8,1 mm dan konsentrasi 80% (P6) dengan rata-rata zona hambat 9,88 mm. dan rata-rata zona hambat tertinggi pada kelompok perlakuan dengan ekstrak biji pepaya terhadap Staphylococcus aureus terdapat pada konsentrasi 80% sebesar 9,88 mm.