Abstract :
ABSTRAK
Manusia sering merasa ketergantungan oleh rokok tanpa menyadari bahaya dari rokok tersebut.Merokok telah diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan, hal ini dapat disebabkan oleh nikotin. Saat seseorang menghisap sebatang rokok, nikotin akan diserap dalam tubuh (darah), diringi dengan pelepasan adrenalin dan blokade hormon insulin. Saat adrenalin dilepas tubuh juga akan melepaskan cadangan glukosa ke dalam darah. Efek ini sering disebut sebagai hiperglikemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara perilaku kebiasaan merokok pada laki-laki umur 50-65 tahun dengan kejadian hiperglikemia di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh laki-laki usia 50-65 tahun yang bertempat tinggal di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek dengan besar sampel yang diteliti sebanyak 50 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan pengolahan data dengan uji statistik RankSpearman.
Hasil menunjukkan bahwa responden yang mempunyai kebiasaan merokok kategori ringan mengalami hiperglikemia kategori baik sebanyak 26%. Sedangkan responden yang mempunyai kebiasaan merokok kategori sedang 30% mengalami hiperglikemia kategori sedang dan responden yang mempunyai kebiasaan merokok kategori berat 8% mengalami hiperglikemia kategori buruk. Dengan demikian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kebiasaan merokok pada laki-laki umur 50-65 tahun dengan kejadian hiperglikemia Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, terbukti dengan probabilitas