Abstract :
Karies gigi masih menjadi masalah utama dalam bidang kedokteran gigi dan menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling umum pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui perbandingan pengaruh obat kumur Chlorhexidine dan Fluoride dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan metode Posttest Only Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 3 perlakuan dengan 9 kali ulangan. Variabel bebas adalah Chlorhexidine dan Fluoride serta kontrol (-) dan variabel terikat adalah pertumbuhan bakteri Streptococcus
mutans di media MHA (Mueller Hinton Agar). Dalam penelitian ini data yang diperoleh menggunakan statistik uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat kumur Chlorhexidine atau Fluoride memiliki pengaruh dalam
menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans akibat pemberian obat kumur yang mengandung Chlorhexidine memiliki diameter rata-rata 17,26 mm, sedangkan zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans akibat pemberian obat kumur yang mengandung Fluoride memiliki diameter rata-rata 10, 5 mm. Dari hasil tersebut maka obat kumur yang mengandung Chlorhexidine lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.