Abstract :
Biasanya permintaan akan tenaga kerja akan dipengaruhi oleh perubahan tingkat upah dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan hasil. Hal ini berkaitan dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan. Semakin tinggi upah atau gaji yang telah diberikan, maka akan mengakibatkan semakin sedikitnya permintaan tenaga kerja, begitu sebaliknya dengan hukum permintaan. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui / menganalisa lebih jauh mengenai pengaruh upah minimum, nilai output dan inflasi terhadap permintaan tenaga kerja di Surabaya Jawa Timur. Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder dan data kuantitatif berupa dokumen yang berasal dari BPS serta sumber-sumber kepustakaan lain yang terkait dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan uji F pada uji regresi linier berganda yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa upah minimum, nilai output dan inflasi berpengaruh terhadap permintaan tenaga kerja. dan dari hasil uji t pada uji regresi linier berganda dapat diketahui bahwa variabel upah minimum tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan tenaga kerja. Sedangkan variabel nilai output dan inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan tenaga kerja. Berdasarkan nilai beta variabel tenaga nilai output mempunyai nilai bete lebih besar dari nilai beta variabel bebas yang lain sehingga nilai output merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap permintaan kerja.