Abstract :
Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi kronis disebabkan oleh bakteri yang menyerang periodonsium, yaitu jaringan penyangga gigi. Beberapa contoh penyakit periodontal adalah gingivitis, periodontitis dan penyakit periodontal destruktif. Gingivitis adalah inflamasi pada jaringan penyangga gigi atau jaringan gingiva yang menyebabkan gingiva menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Penyakit periodontal disebabkan oleh plak di dalam sulkus gingiva. Bakteri tersebut berkembang biak dalam cairan sulkus gingiva (CGF). Madu dapat bekerja sebagai antibakteri karena mempunyai pH yang rendah, osmolaritas yang tinggi, hidrogen peroksida, dan aktivitas air yang rendah. Penelitian penulis mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh daya antibakteri madu lebah Apis cerana terhadap pertumbuhan bakteri sulkus gingiva (In vitro). Penelitian bersifat eksperimen laboratoris murni secara In vitro menggunakan madu lebah Apis cerana yang diujikan pada bakteri sulkus gingiva dengan menggunakan lima variasi konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, akuades sebagai kontrol negative, dan kloreksidin sebagai kontrol positif. Perhitungan daya antibakteri dengan mengukur zona radikal dengan menggunakan sliding kaliper. Hasil pengukuran zona radikal yang didapatkan pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100