Abstract :
Masa remaja dapat dipandang sebagai suatu masa dimana individu dalam proses pertumbuhan, terutama fisik telah mencapai kematangan. Masa peralihan dari anak-anak ke dewasa ini menimbulkan berbagai permasalahan, diantaranya masalah seksual. Sementara di masyarakat terjadi pergeseran nilai±nilai moral yang semakin jauh sehingga masalah tersebut sepertinya sudah menjadi hal biasa, padahal penyimpangan perilaku seksual merupakan sesuatu yang harus dihindari oleh setiap individu. Masalah di atas dapat dicegah, salah satunya apabila ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pola komunikasi orang tua-anak terhadap perilaku seksual remaja kelas X SMA N 2 Wates Kulon Progo Yogyakarta. Metode penelitian adalah non eksperimental yang sifatnya deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 2 Wates Kulon Progo Yogyakarta. Jumlah sampel sebanyak 98 siswa dengan teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pola komunikasi orang tua-anak dan perilaku seksual. Analisa data menggunakan analisis korelasi Chi Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi orang tua-anak sebagian besar menggunakan pola komunikasi permisif (36,7%), sedangkan perilaku seksual remaja mayoritas siswa tidak pernah melakukan (69,4%), dengan nilai r korelasi Chi Square sebesar 0,362 dan signifikan p value sebesar 0,001. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan pola komunikasi orang tua-anak terhadap perilaku seksual remaja kelas X SMA N 2 Wates Kulon Progo Yogyakarta. Semakin banyak orang tua menggunakan pola komunikasi otoriter, maka akan semakin banyak anak melakukan perilaku seksual remaja. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperoleh data dari persepsi orang tua agar hasil penelitiannya dapat lebih baik lagi.