DETAIL DOCUMENT
PERBEDAAN EFEK IRITATIF SALURAN PERNAFASAN ATAS ANTARA PENGGUNAAN HALOTAN DAN ISOFLURAN SEBAGAI AGEN HIPNOTIK PADA PASIEN PASCA OPERASI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Author
ARTHUR CAKRANINGRAT
Subject
 
Datestamp
2022-07-02 03:07:51 
Abstract :
Latar belakang: Iritasi jalan nafas adalah salah satu sifat terpenting dari agen anestesi inhalasi. Pada orang dewasa, respon utama pada rangsang iritasi adalah menutupnya glotis, menahan nafas, refleks batuk, spasme laring serta sekresi yang berlebih dari mukosa. Halotan merupakan senyawa jernih tak berwarna, dan berbau kurang menyengat. Halotan diindikasikan untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum pada pasien dewasa maupun anak-anak. Sifat relaksasi otot yang kuat membuatnya digunakan seb 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta