Abstract :
Prevalensi penyakit DM di dunia terus meningkat. Hasil survey yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) memprediksi bahwa, di Indonesia pada tahun 2030 penderita DM akan meningkat menjadi 440 juta jiwa. Pada penderita DM terdapat kenaikan peroksida lipid di atas batas normal yang merupakan hasil reaksi antara radikal bebas dengan asam lemak tidak jenuh atau Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA) dan akan terurai menjadi senyawa Malondialdehyde (MDA). Buah mengkudu (M. citrifolia) merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung unsur antioksidan seperti vitamin C dan berbagai bioflafonoid yang tinggi. Pengkajian tentang efek antioksidan jus buah mengkudu (M. citrifolia) pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi aloksan dengan kadar MDA plasma sebagai parameter aktivitas radikal bebas pada tikus DM sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang menghubungkan variasi dosis jus buah mengkudu dengan kadar MDA plasma dan membandingkan kadar MDA antara sebelum diberi jus buah mengkudu dengan kadar MDA 7 hari setelah diberi jus buah mengkudu. Rancangan penelitian ini menggunakan prepost control design. Data MDA diperoleh menggunakan metode Thiobarbituric acid reaction substances (TBARS). Analisis kadar MDA post terapi pada uji one way anova menunjukkan nilai yang signifikan (p < 0.05). Hasil analisis perbandingan kadar MDA pre terapi dan post terapi dengan uji paired T-test menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0,05). Hal ini menunjukkan jus buah mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki efek antioksidan pada tikus putih (Rattus norfegicus) galur wistar yang menderita diabetes mellitus (DM) induksi aloksan dengan penurunan kadar MDA plasma sebagai parameternya.