Abstract :
Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan kecemasan. Bagi mahasiswa salah satu penyebab kecemasan adalah ujian. Ujian diperlukan untuk mengetahuai seberapa kemampuan mahasiswa tersebut dalam menerima berbagai hal yang didapat selama proses belajar mengajar. Namun kadangkadang ujian dapat membuat mahasiswa merasa cemas dalam menghadapinya. Dalam pendidikan dokter, ada ujian yang biasa dikenal dengan ujian OSCE (Objective Structurure Clinical Examination). Ujian OSCE ini walaupun hanya memmiliki beban 10% tehadap nilai akhir, namun tidak sedikit mahasiswa yang sering mengalami kecemasan dalam mempersiapkannya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan pre dan pos-test tanpa kontrol. Untuk mengetahui perubahan derajat kecemasan yang disebabkan oleh ujian OSCE, para mahasiswa diminta untuk mengisi kuisioner T-MAS dua hari sebelum ujian OSCE sebagai pre-tes dan diambil satu minggu setelah OSCE sebagai posttes. Pada penelitian ini digunakan sampel berjumlah 40 mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Muhhamadiyah Yogyakarta angkatan 2009. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis menunjukan bahwa p=0,792 (p>0,05) yang berarti bahwa ujian OSCE tidak siknifikan berpengaruh terhadap tingkat kecemasan mahasiswa.