Abstract :
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) sering diolah menjadi minuman segar. Jeruk nipis memiliki kandungan asam sitrat dengan pH 2,0. Asam dapat menyebabkan degradasi pada bahan resin komposit, proses degradasi inilah yang mempengaruhi kekasaran permukaan resin komposit, kekasaran permukaan resin komposit berhubungan dengan retensi plak yang dapat menyebabkan terbentuknya karies gigi dan inflamasi gingiva.
Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah resin komposit hybrid Z250 (3M ESPE FiltekTM, USA) yang direndam dalam larutan jeruk nipis dan dalam saliva buatan (sebagai kontrol) selama 14 hari lalu disimpan dalam inkubator dengan suhu 37o C. Alat yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan resin komposit adalah Surface roughness tester (surfcom 120A). Kekasaran resin komposit hybrid dinyatakan dalam Ra (Roughness average) dengan satuan µm.
Data dianalisis dengan uji wilcoxon, dan didapatkan hasil pada perendaman saliva buatan (kontrol) nilai p=0,570 (p>0,05) yang artinya tidak terdapat pengaruh perendaman dalam saliva buatan terhadap kekasaran permukaan resin komposit hybrid. Pada perendaman jeruk nipis nilai p=0,005, dimana (p< 0,05), artinya terdapat pengaruh perendaman larutan jeruk nipis terhadap kekasaran permukaan resin komposit hybrid. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh perendaman larutan jeruk nipis terhadap kekasaran permukaan resin komposit hybrid.
Kata kunci : larutan jeruk nipis, resin komposit hybrid, kekasaran permukaan