DETAIL DOCUMENT
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TASAMUH PADA QS. AL-KA?FIRU?N (Kajian Tafsir al-Munir Karya Wahbah az-Zuh?aili)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Author
Ahmat Wahyudi
Subject
 
Datestamp
2021-10-20 02:48:18 
Abstract :
Penelitian ini penting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tafsir QS. al-Ka?firu?n dalam kitab Tafs?r al-Mun?r karya Wahbah az-Zuh?aili dan mengetahui nilai-nilai pendidikan tasamuh yang terdapat di dalamnya. Jenis penelitian ini adalah pustaka (library reseach) dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber primer dari penelitian ini, berasal dari kitab Tafs?r al-Mun?r yang ditulis oleh Wahbah az-Zuh?aili, sedangkan sumber sekundernya berupa buku, jurnal, skripsi, dan sumber lainnya yang mendukung serta relevan dengan penelitian. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode descriptive analisys dan content analisys. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir QS. al-Ka?firu?n dalam kitab Tafs?r al-Mun?r karya Wahbah az-Zuh?aili sangat komprehensif, beliau mengawali dengan penjelasan penamaan surah, kemudian keutamaan surah, asba?b an-nuz?l dan makna mufrada?t, kemudian menjelaskan secara menyeluruh tentang kandungan yang terdapat di pada QS. Al-Ka?firu?n. Surah tersebut berbicara tentang sikap tasamuh seorang muslim terhadap non-muslim. Adapun Nilai-nilai pendidikan tasamuh yang terkandung pada QS. Al-Ka?firu?n mencakup tiga bidang yakni bidang akidah, syariah dan akhlak. Bidang akidah adalah menghargai keyakinan non-muslim, namun tidak sampai membenarkannya, karena seorang muslim harus menanamkan dalam dirinya bahwa satu-satunya agama yang benar dan diridhai oleh Allah SWT hanyalah agama Islam. Nilai pendidikan tasamuh bidang syariah mencakup ibadah dan muamalah. Bidang ibadah adalah memberikan kebebasan kepada non-muslim untuk melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya, sedangkan bidang muamalah adalah berlaku adil terhadap non-muslim dalam setiap muamalah. Adapun nilai pendidikan tasamuh bidang akhlak adalah dengan bebicara lemah lembut namun ketika mereka berlaku keras, seorang muslim juga harus bertindak tegas agar tidak ditindas, misalnya ketika non-muslim mengusik akidah umat Islam. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta