Abstract :
Sri Tasminatun, M.Si., AptLuka akibat trauma dalam rongga mulut merupakan hal yang sering terjadi. Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, atau gigitan hewan. Daun P. acuminate (KEEPA) mengandung flavonoid yang mempunyai efek anti inflamasi dan saponin yang mempercepat pembentukan kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas krim ekstra ketanol daun P.acuminata terhadap penyembuhan luka gingival melalui pengamatan kepadatan serabut kolagen. Sebanyak 39 ekor tikus jantan galur Wistar, ± tiga bulan dan berat ± 200 ± 250 gram dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok positif dengan Kenalog®, kelompok perlakuan (KEEPA 1, 25%, 2,5%, 5% dan Basis), kelompok pembanding tanpa perlakuan dan kelompok pembanding pada hari ke - 0. Induksi luka menggunakan H2O2 10% 3?10 menit selama tiga hari. Pemberian bahan uji dilakukan 3?10 menit sampai dilakukan pembedahan. Hewan uji dikorbankan pada hari ke-0, ke-4 dan ke-7 untuk mengetahui perubahan kepadatan serabut kolagen dengan membuat preparat jaringan gingiva menggunakan pewarnaan Mallory. Skor kepadatan serabut kolagen dianalisis dengan uji Kruskal Wallis. Kepadatan serabut kolagen pada masing ± masing kelompok di dapatkan pada hari ke - 0 adalah 1 ,66 ± 0,57, pada hari ke - 4 KEEPA 1, 25% 2, 00±1, 00, KEEPA 2,5% 1,3 3± 0,57, KEEPA 5 % 1, 00 ± 0,00, Basis 1,33 ± 0,57, kelompok Kenalog® 2,00 ± 1,00, dan tanpa perlakuan 2,33 ± 0,57. Skor kepadatan serabut kolagen pada hari ke - 7 KEEPA 1,25 % 2,33 ± 0,57, KEEPA 2,5 % 2,33 ± 0,57, KEEPA 5 % 2,00 ± 0,00, Basis 2,66 ± 0,57, kelompok Kenalog® 2, 66 ± 0,57, dan tanpa perlakuan 2,66 ± 0,57. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa krim ekstra ketanol daun P. acuminate secara keseluruhan terjadi peningkatan kepadatan serabut kolagen pada penyembuhan luka gingival namun secara statistic tidak signifikan.