Abstract :
Pengajaran keterampilan kosakata memerlukan teknik yang tepat untuk menarik minat siswa dan membantu mereka menyerap materi pembelajaran secara efektif. Peneliti bermaksud untuk menemukan perbedaan kosakata siswa sebelum dan sesudah menggunakan teknik spelling bee. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen pada 26 siswa kelas empat di sebuah sekolah dasar swasta. Peneliti kemudian menggunakan teknik spelling bee untuk mengajarkan kosakata kepada siswa kelas empat di Ambarketawang, Yogyakarta. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre-test, treatment, dan post-test selama enam pertemuan. Analisis data menunjukkan bahwa skor rata-rata pre-test adalah 80,21 yang tergolong sedang. Sementara itu, skor ratarata post-test adalah 95,21 yang tergolong tinggi. Uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan skor Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00. Skor tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kosakata siswa kelas empat sebelum dan setelah melakukan teknik spelling bee sebagai perlakuan (0,00 < 0,05). Oleh karena itu, hipotesis diterima bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kosakata siswa sebelum dan setelah menerapkan teknik spelling bee.