DETAIL DOCUMENT
PENGARUH BESAR ARUS PENGELASAN TERHADAP KUAT TARIK SAMBUNGAN LAS TIG PLAT DISSIMILAR BAJA GALVANIS-SS304
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Author
RIZKY PRATAMA
Subject
 
Datestamp
2025-02-27 04:27:19 
Abstract :
Galvanis dan Stainless Steel merupakan material yang memiliki sifat kuat dan tahan akan korosi yang sering digunakan dalam berbagai macam industri. Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan salah satu jenis metode pengelasan yang menggunakan elektroda yang tidak terumpan (nonconsumable) yang memiliki gas inert berupa argon. Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi arus terhadap sifat mekanik dan fisik sambungan plat baja galvanis dan stainless steel 304. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh besar variasi kuat arus terhadap sifat mekanik sambungan plat baja galvanis dan stainless steel 304.Penelitian ini menggunakan material baja galvanis dan stainless steel 304 dengan ketebalan 2 mm dan disambung dengan tipe butt joint menggunakan filler metal SS-304 ukuran 1,0 mm ? 1,6 mm. Parameter arus yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 80 A, 90 A, 100 A, dan 110 A berpolaritas DCEN dengan laju aliran gas argon 10 L/min, dan menggunakan tegangan sebesar 30 Volt serta kecepatan pengelasan 5 mm/detik. Rangkaian pengujian yang dilakukan antara lain pengujian tarik menggunakan standarisasi ASTM E8 dengan laju pembebanan sebesar 5 mm/min, kekerasan menggunakan mikro vickers dengan beban 10 gram dan waktu 10 detik serta pengamatan struktur makro dan mikro untuk menginvestigasi kualitas sambungan las.Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengaruh variasi kuat arus pengelasan terhadap kuat tarik maksimum untuk setiap variasi arus tidak berbeda signifikan secara statistik serta kuat tarik maksimum tertinggi terdapat pada arus 110 A sebesar 419.30 MPa (97.45%) dan hasil kuat tarik maksimum terendah terdapat pada arus 100 A sebesar 407.22 MPa (94.64 %). Distribusi kekerasan tertinggi 237 HV terdapat pada area weld metal arus 110 A dan nilai terendah 102 HV pada area base metal arus 90 A. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukan terjadinya perubahan fasa pada area weld metal dikarenakan penggunaan filler metal berupa SS-304 sehingga fasa austenite teramati pada area ini. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta