DETAIL DOCUMENT
INTEROPERABILITAS E-GOVERNMENT LINTAS ORGANISASI PADA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN SATU DATA KETENAGAKERJAAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Author
HERPITA WAHYUNI
Subject
 
Datestamp
2025-03-03 06:09:44 
Abstract :
Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interoperabilitas e-government lintas organisasi pada Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengelolaan Satu Data Ketenagakerjaan dan menilai level kematangan interoperabilitas data. Menggunakan metode mix methods dengan mengkaji data interoperability, Process, rule, Object, Software System, dan Cultural, serta menganalisis kematangan interoperabilitas: Preparedness, Understanding, Command Style, dan Ethos. Hasil penelitian menyoroti tiga elemen yaitu: data interoperability, process, dan cultural interoperability. Data interoperability menerapkan standar pertukaran data dengan meningkatkan konsistensi data. Process interoperability dengan harmonisasi proses kerja antarinstansi untuk meningkatkan integrasi layanan sektor ketenagakerjaan dengan mempercepat interoperabilitas data. Cultural interoperability menjadi kekuatan unik lintas organisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), nilai budaya lokal mendorong kerja sama berbagi organisasi, didukung komitmen pimpinan dengan pembentukan Tim Satu Data dan pelatihan. Pendekatan ini relevan bagi negara berkembang dengan memadukan standar data, harmonisasi proses, dan pendekatan berbasis budaya lokal, sehingga mempercepat transformasi digital pemerintahan. Negara maju telah mengatasi tantangan seperti rule, object, dan software interoperability melalui regulasi yang kuat, adopsi teknologi berbasis standar global, serta infrastruktur digital yang mapan. Kematangan interoperabilitas data dengan rata-rata 3.14206 pada level 3 (Terintegrasi), didukung kesiapan, pemahaman, gaya komando, dan etos kerja lintas organisasi. Kebaruan terletak pada kerangka data interoperability, process, dan cultural interoperability dengan pendekatan mixed methods, mencakup berbagai aspek interoperabilitas, baik teknis maupun budaya, dan menghubungkannya dengan level kematangan interoperabilitas lintas organisasi. Keterbatasan Studi fokus pada Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga saran untuk penelitian mendatang mencakup pada keamanan data dengan analisis kompleksitas variable dan pengembangan penelitian lintas wilayah yang lebih luas menjadi perhatian pada penelitian selanjutnya. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta