Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa penentuan harga jual berdasarkan Break Even Point (titik impas) terhadap profitabilitas perusahaan. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah CV. Sari Alam Raya Kudus. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, penelitian ini diklasifikasikan sebegai penelitian deskriptif pendekatan kasus. Metode analisis data menggunakan metode kuantitatif yaitu melakukan perhitungan data dengan dengan analisis break even point dan penetapan harga jual dengan menggunakan analisis biaya volume laba. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat diketahui bahwa. Titik impas pada tahun 2017 pada perhitungan kuantitas untuk produk kemasan 250 ml sebesar 174.299 unit, produk kemasan 500 ml sebesar 57.223 unit, produk kemasal 1000 ml sebesar 28.616 unit dan dalam rupiah sebesar Rp. 973.946.300,-. Tingkat laba atau profitabilitas perusahaan selama periode tahun 2015-2017 cenderung menurun yaitu untuk tahun 2015 laba bersih 20% sedangkan tahun 2016 15,5% dan tahun 2017 13,3%. Perencanaan profitabilitas pada tahun 2017 perusahaan meningkat setelah penetapan harga jualnya menggunakan perhitungan harga jual dengan analisis biaya volume laba. Harga jual lama untuk produk kemasan 250 ml adalah Rp. 2600,- sedangkan harga jual baru adalah Rp.2700,-, untuk produk kemasan 500 ml harga jual lama adalah Rp. 4.700 sedangkan harga jual baru adalah Rp.4800,- dan harga jual lama untuk produk kemasan 1000 ml adalah Rp.8.800,- dan harga jual baru adalah Rp. 9.300,-. Rasio laba bersih menggunakan harga jual lama sebesar 13,3% sedangkan dengan menggunakan perhitungan harga jual dengan analisis biaya volume laba sebesar 16,6% nilai ini menunjukan dengan harga jual yang baru profitabilitas meningkat 3,3%.