Abstract :
Permasalahan yang mendasari penelitian ini berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah dan aktivitas siswa. Kemampuan pemecahan masalah siswa hanya 13,64% yang tuntas dengan rata-rata 39,64. Aktivitas siswa hanya mendapatkan rata-rata 58 dengan predikat D yang artinya memerlukan bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Realistics Mathematics Education (RME) dapat memenuhi KKM dan dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa serta meningkatkan aktivitas siswa.
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain uji coba Kuasi experimental design dengan bentuk one group pretest posttest. Penelitian ini di lakukan di SD 01 Mejobo. Variabel bebas yang digunakan yaitu model RME, sedangkan variabel terikatnya pemecahan masalah matematis siswa. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV tahun ajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sample. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik yang berupa uji t dan uji z serta analisis kuantitatif deskriptif.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil, penggunaan pembelajaran RME berbantuan permainan engklek terhadap ketuntasan belajar secara klasikal berdasarkan data pretes siswa hanya mencapai < 70% dari jumlah siswa sedangkan berdasarkan data posttest telah mencapai ≥ 70% dari jumlah siswa. Pembelajaran yang digunakan memiliki pengaruh yang sigifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest dari hasil uji t diperoleh nilai thitung (6,123219) ≥ tkritis (2,08) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan pembelajaran RME berbantuan permainan engklek terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. pembelajaran RME berbantuan permainan engklek menjadikan aktivitas siswa mencapai rata-rata 80,42 dengan predikat B atau baik