Abstract :
Pasar modal merupakan salah satu instrumen ekonomi dewasa ini yang mengalami perkembangan sangat pesat. Salah satu ukuran kinerja dari pasar modal adalah indeks saham. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi Indeks Saham, antara lain tingkat suku bunga domestik, kurs valuta asing, kondisi perekonomian internasional, siklus ekonomi suatu negara, tingkat inflasi, peraturan perpajakan, jumlah uang yang beredar (M.Samsul,2008). Selama periode pengamatan antara tahun 2013-2017 terjadi fenomena dimana hubungan antar variabel makro ekonomi dengan pergerakan IHSG tidak sesuai dengan teori. Hal ini didukung oleh adanya kesenjangan dari hasil penelitian terdahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel Tingkat Inflasi, PDB, Kurs Rp/USD, Harga Emas dan Harga Minyak Dunia terhadap IHSG.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi berganda yang dilakukan dengan SPSS 23. Salah satu syarat untuk melakukan uji analisis berganda perlu dilakukan uji asumsi klasik. Hal ini diperlukan agar persamaan regresi yang dihasilkan bersifat BLUE (Best,Linear,Unbiased,Estimator). Selain itu untuk menilai goodness of fit suatu model dilakukan uji koefisien determinasi, uji F, dan uji T. Penelitian ini menggunakan data bulanan dari tahun 2013 – 2017untuk tiap variabel penelitian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap IHSG sementara variabel PDB, Kurs Rp/USD, Harag Emas dan Harga Minyak Dunia tidak memiliki pengaruh terhadap IHSG. Selain itu diperoleh bahwa nilai adjustedR squareadalah 42,2%. Ini berarti 42,2% pergerakan IHSG dapat diprediksi dari pergerakan kelima variabel independen tersebut.