Abstract :
Pelaksanaan model pembelajaran konvensional disekolah dasar kurang maksimal dalam mengembangkan berpikir kritis matematis siswa, sehingga peneliti mempunyai inovasi pembelajaran dengan model inkuiri berbantuan modul etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) menganalisis rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IV SD 8 Kandangmas yang menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media modul etnomatematika lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IV SD 6 Kandangmas yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi hubungan antar garis, dan (2) mengujirata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IV SD 8 Kandangmas yang menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media modul etnomatematika mencapai ketuntasan belajar secara individual dan klasikal.
Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif Eksperimen berupa True experimental dengan tipe Posttest Only Group Control. Variabel bebas dari penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri berbantuan media modul etnomatematika, sedangkan variable terikat adalah kemampuan berpikir kritis matematis siswa.Populasi penelitian ini adalah SD Se Kandangmas. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN 8 Kandangmas dengan 22 siswasebagai kelas eksperimen, dan SDN 6 Kandangmas dengan 27 siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan selama 4 kali pertemuan pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan tes,dan dokumentasi. Analisis data awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Kesamaan rata-rata, sedangkan analisis data akhir meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan rata-rata dan uji ketuntasan belajar.
Hasil penelitian mendapatkan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis siswa yang menerima pembelajaran inkuiri dan modul etnomatematika lebih baik dibandingkan dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang menerima pembelajaran konvensional. Hal ini bisa dilihat dari hasil Posttestdi dua kelas sampel menunjukkan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 76,36 dan kelas kontrol sebesar 63,26. (2) Penggunaan model inkuiri berbantuan media modul etnomatematika efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil nilai siswa yang memenuhi KKM baik secara individual maupun secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa model inkuiri berbantuan media modul etnomatematika efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV Sekolah Dasar, dengan hasil ini bisa dijadikan referensi oleh tenaga pendidik dalam melakukan pembelajaran matematika menggunakan model inkuiri.