Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara
kematangan emosi dan kelekatan pada orang tua dengan penyesuaian diri. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs NU Banat Kudus. Pengambilan
sampel menggunakan teknik Cluster Sampling. Alat ukur yang digunakan berupa
skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi dan skala kelekatan pada orang
tua. Adapun metode analisis data menggunakan analisis regresi dua predictor
(regresi berganda). Hasil hipotesis mayor diperoleh rx12y sebesar 0,747 dengan
tingkat signifikansi p sebesar 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan adanya
hubungan positif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dan kelekatan
pada orang tua dengan penyesuaian diri, dengan sumbangan efektif sebesar
55,9%. Hipotesis minor pertama diperoleh rx1y sebesar 0,744 dengan tingkat
signifikansi p sebesar 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan
positif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri
dengan sumbangan efektif 55,4%. Hipotesis minor kedua diperoleh rx2y sebesar
0,345 dengan tingkat signifikansi p sebesar 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan
adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara kelekatan pada orang tua
dengan penyesuaian diri dengan sumbangan efektif sebesar 11,9%.