Abstract :
ABSTRAKSI
Dalam suatu perusahaan seringkali kita melihat, masalah pemeliharaan mesin
atau maintenance kurang mendapat perhatian khusus sehingga pemeliharaan mesin
yang dilakukan tidak teratur dengan tingkat perawatan mesin tersebut. Biasanya
kegiatan pemeliharaan mesin baru dilakukan setelah kondisi dari mesin / alat produksi
mengalami kerusakan dan tidak dapat dioperasikan lagi. Jika hal tersebut terjadi maka
akan sangat merugikan perusahaan, menimbulkan kondisi kerja yang membahayakan
dan menimbulkan biaya-biaya yang lebih besar seperti biaya down time, serta biaya
perbaikan.
Peralatan Batching Plant Operation di CV. PRIMADONA SNACKSIDOARJO,
merupakan peralatan yang utama dalam kelancaran proses produksi.
Sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi dan distribusi sampai
ke konsumen . Selama ini CV. PRIMADONA SNACK - SIDOARJO, masih kurang
memperhatikan akan pentingnya pemeliharaan dari peralatan Batching Plant
Operation. Apabila terjadi kerusakan pada peralatan Batching Plant Operation CV.
PRIMADONA SNACK harus menghentikan proses produksi untuk sementara waktu
dan kemudian melakukan perbaikan dari peralatan Batching Plant Operation yang rusak
tersebut terlebih dahulu. Tentu saja, hal ini sangat merugikan, karena Batching Plant
Operation yang digunakan untuk mepercepat proses produksi tetapi tidak ditunjang
dengan sistem pemeliharaan yang lebih sistematis dan teratur dari peralatan Batching
Plant Operation.
Dengan adanya masalah tersebut di atas, maka akan dilakukan perencanaan
pemeliharaan peralatan Batching Plant Operation menggunakan metode Markov Chain
dengan harapan dapat meminimumkan biaya perawatan. Dengan mengadakan kegiatan
pemeliharaan peralatan Batching Plant Operation secara berkala dan teratur yang
meliputi kegiatan pengontrolan, perbaikan dan penggantian suku cadang, hal ini akan
menjanjikan hasil poduksi yang terjamin.
Total biaya pemeliharaan pada kondisi riil perusahaan bulan Januari 2009-
Desember 2009 sebesar Rp, 4.025.700- sedangkan total biaya pemeliharaan dengan
menggunakan metode Markov Chain periode bulan Januari 2009 - Desember 2009
sebesar Rp. 2.958.918,- sehingga terjadi penghematan sebesar Rp 1.066.782,- atau
presentase sebesar (30,75%).
Kata kunci : Batching Plant Operation, Markov Chain
Hak Cipta