Abstract :
ABSTRAK
Suatu perusahaan banyak dihadapkan pada masalah yang berhubungan dengan
sistem distribusi. Masalah yang timbul karena konsumen berada pada lokasi yang terpisah
secara geografis, hal ini mengakibatkan pentingnya untuk menyimpan persediaan pada
beberapa lokasi sehingga dapat menimbulkan masalah pada manajemen dalam
mengkoordinasikan sistem distribusi dari bagian pemasaran dan bagian produksi yang
akan menghasilkan produk terbaik. Untuk itu diperlukan adanya sistem distribusi yang
baik serta persediaan produk yang tepat agar tingkat kepuasan konsumen maupun
keuntungan perusahaan dapat terjaga.
PT.Tjakrindo Mas-Gresik merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri
manufaktur yang memproduksi pipa. PT.Tjakrindo Mas-Gersik tampaknya belum
memiliki satu perencanaan distribusi yang baik. Perencanaan distribusi yang dijalankan
oleh perusahaan kurang efektif dan memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya sering
terjadi kelebihan atau kekurangan terhadap permintaan produk dan keterlambatan
pengiriman produk. Hal ini karena pihak perusahaan belum dapat memperkirakan kapan
permintaan yang akan datang dan berapa jumlah yang akan dipesan.
Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode
Distribution Requirement Planning (DRP) dengan harapan dapat dilakukan
pendistribusian produk dari pabrik ke kota kota distribusi secara optimal. Distribution
Requirement Planning adalah suatu metode untuk menangani pengadaan persediaan
dalam suatu jaringan distribusi multi eselon. Tujuan dari Distribution Requirement
Planning (DRP), yaitu melakukan perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi yang
baik, sehingga kinerja penjualan meningkat dalam memenuhi order dengan tepat waktu
dan tepat jumlah sehingga biaya distribusi dapat ditekan seminimun mungkin.
Hasil untuk perbandingan biaya distribusi dengan menggunakan metode
perusahaan sebesar Rp. 184.157.500,- dan untuk metode DRP sebesar Rp. 135.454.500,- ,
dengan penghematan sebesar 26.45%. Hasil penelitian didapatkan perencanaan dan
penjadwalan distribusi produk sebagai berikut, Warehouse Kediri pipa 5/8? dilakukan
pengiriman pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, dan Oktober sebanyak 1832 unit
untuk setiap pengiriman, sedangkan pipa 2? dilakukan pengiriman pada bulan Januari,
Februari, April, Juni, Agustus, dan Oktober, sebanyak 1488 unit untuk setiap
pengiriman.Warehouse Malang pipa 5/8? dilakukan pengiriman pada bulan Januari,
Maret, Mei, Juli, September, dan November sebanyak 1750 unit untuk setiap pengiriman,
sedangkan pipa 2? dilakukan pengiriman pada bulan Februari, April, Juni, Juli,
September, dan November, sebanyak 1517 unit untuk setiap pengiriman. Warehouse
Jombang pipa 5/8? dilakukan pengiriman pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, dan
Oktober sebanyak 1701 unit untuk setiap pengiriman, sedangkan pipa 2? dilakukan
pengiriman pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember sebanyak
1424 unit untuk setiap pengiriman. Warehouse Ponorogo pipa 5/8? dilakukan pengiriman
pada bulan Januari, April, Juni, Agustus, dan Oktober sebanyak 1835 unit untuk setiap
pengiriman, sedangkan pipa 2? dilakukan pengiriman pada bulan Februari, April, Juni,
Agustus, dan Oktober, sebanyak 1793 unit untuk setiap pengiriman. Warehouse
Banyuwang pipa 5/8? dilakukan pengiriman pada bulan Maret, Mei, Agustus, dan
Oktober sebanyak 2132 unit untuk setiap pengiriman, untuk pipa 2? dilakukan
pengiriman pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, dan Oktober, sebanyak 1963 unit
untuk setiap pengiriman.
Kata kunci : Penjadwalan, Distribution Requirement Planning (DRP)