Abstract :
Abstraksi
Selama beberapa dasawarsa ini, nilai perusahaan sering diukur dalam
jumlah real estate, asset yang intangible, pabrik dan peralatannya. Namun,
menurut Kaprefer, nilai sebenarnya yang melekat pada perusahaan, sejatinya
berada di luar bisnis perusahaan itu sendiri, yaitu di benak pembeli yang potensial.
Maksudnya kesadaran, citra, kepercayaan, dan reputasi yang ada dalam benak
konsumen merupakan jaminan terbaik memanen pendapatan di masa depan.
Merek dapat mengidentifikasikan produk dan mengungkap asset perbedaannya:
nilai fungsional, nilai kesenangan, dan nilai simbolis sebagai refleksi citra pribadi
pembeli. Hal inilah yang memicu berkembangnya studi tentang ekuitas merek.
Permasalahan yang terjadi adalah menurut Indonesian Best Brand Award
(IBBA) 2007 untuk kategori minyak pelumas, posisi merek pelumas Mesran
berada satu tingkat di atas PRIMA XP. Padahal pelumas PRIMA XP merupakan
inovasi Pertamina dalam memperbaiki kualitas pelumas Mesran Prima generasi
sebelumnya, yang juga merupakan pelumas Pertamina. Ini menunjukkan bahwa
nilai merek PRIMA XP lebih rendah dari Mesran, sekalipun kualitas produknya
merupakan penyempurnaan dari Mesran. Karenanya perlu dilakukan studi ekuitas
merek terhadap PRIMA XP. Yang bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek
ekuitas merek serta pengaruhnya terhadap gain index merek PRIMA XP.
Dalam penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling
(SEM) yang merupakan salah satu metode multivariate data analysis yang dapat
mendeteksi pola hubungan secara simultan dan hubungan timbal balik antara
variabel yang diamati. Sebagai indikatornya digunakan persepsi konsumen
terhadap seluruh faktor yang berpengaruh dan melekat pada produk minyak
pelumas kendaraan bermotor. Metode yang sesuai untuk menganalisa masalah
tersebut dan sesuai dengan tujuan penelitian adalah menggunakan SEM
(Structural Equation Modeling). Melihat besarnya peran ekuitas merek dalam
menentukan keberhasilan produk di pasar, dari sini perlu dilakukan studi ekuitas
merek pada PRIMA XP. Yang nantinya hasil yang diharapkan akan
mempengaruhi secara langsung efektifitas pengelolaan merek dalam jangka
panjang yang diterjemahkan dalam keputusan-keputusan pemasaran dalam
perusahaan agar merek menjadi kuat di pasaran.
Dari analisis Structural Equation Model yang dilakukan dalam penelitian
ini diperolehhasil: Kesadaran Merek berpengaruh positif namun tidak signifikan
terhadap Ekuitas Merek sebesar 0.11, Kesan Kualitas berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Ekuitas Merek sebesar 1.152. Asosiasi Merek terhadap
Ekuitas Merek berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Ekuitas Merek
sebesar -0.051, Loyalitas Merek terhadap Ekuitas Merek berpengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap Ekuitas Merek sebesar -0.048, Ekuitas Merek terhadap
Gain Index berpengaruh positif dan signifikan terhadap Gain Index sebesar 0.934.
Kata kunci : SEM, confirmatory faktor analysis, kesadaran merek (Brand
awareness), kesan kualitas (Perceived Quality), asosiasi merek
(Brand Assosiation), dan loyalitas merek (Brand Loyalty)
ekuitas merek, gain index.