Abstract :
ABSTRAKSI
Dalam proses produksi perusahaan dituntut untuk dapat mensupply produk
dengan tepat waktu kapanpun dan jumlah berapapun. Dalam hal ini perencanaan
kebutuhan kapasitas produksi tidak optimal, maka akan mengganggu kelancaran
jadwal produksi sehingga akan menimbulkan kerugian baik dari segi waktu maupun
biaya. Untuk itu diperlukan metode pengendalian perencanaan kebutuhan kapasitas
produksi yang sesuai untuk memaksimumkan output produksi guna memenuhi
permintaan pasar.
PT. Bambang Djaja merupakan perusahaan yang memproduksi Outer Trafo 1
Ø 50 dan type perforated yang bahan bakunya terbuat dari plat asser. Permasalahan
yang dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadinya keterlambatan proses
produksi pada produk Outer Trafo 1 Ø 50, sehingga mengganggu kelancaran jadwal
produksi dan menimbulkan kerugian baik dari segi waktu maupun biaya. Hal ini
tentunya akan sangat mempengaruhi upaya PT. Bambang Djaja untuk meningkatkan
hasil produksinya, sehingga pemenuhan permintaan konsumen menjadi terhambat.
Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan
metode Capacity Requirement Planning (CRP), dengan harapan PT. Bambang Djaja
dapat melakukan perencanaan dan pelaksanan untuk menyesuaikan tingkat
kedatangan pesanan sesuai dengan kapasitas waktu yang tersedia dengan
mengidentifikasi area pusat kerja yang melebihi kapasitas dan yang berada dibawah
kapasitas yang tersedia sehingga waktu proses pembuatan produk lebih cepat.
Pada perhitungan kekurangan kapasitas waktu pada bulan Januari-Desember
2009 dapat diketahui bahwa dengan metode perusahaan mengalami total kekurangan
kapasitas waktu sebesar -433,65 jam, sedangkan menggunakan metode CRP
mengalami kekurangan kapasitas waktu sebesar -282,1 jam, sehingga metode CRP
lebih baik, karena kekurangan kapasitas waktu yang dihasilkan lebih kecil
dibandingkan dengan metode yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Dalam
memenuhi permintaan pada bulan Juli 2010 ? Juni 2011 dengan menggunakan jam
kerja 8 jam/hari, ternyata perusahaan masih mengalami kekurangan kapasitas waktu
sebesar -265,62 jam, untuk mengatasi hal tersebut maka diberikan usulan
penambahan jam kerja menjadi 9 jam/hari, sehingga kekurangan kapasias waktu
dapat diatasi.
Kata kunci : Perencanaan Kebutuhan kapasitas, Capacity Requirement
Planning (CRP)