Abstract :
Usaha tambak utama yang dilakukan di Kecamatan Sedati sampai saat ini adalah
budidaya bandeng dan udang windu, dengan sistem usaha Monokultur maupun
Polikultur. Pola usaha yang ditetapkan adalah Semi Intensif yang masih dekat dengan
Pola Tradisional, sehingga produktivitasnya relatip masih rendah. Perkembangan
jumlah rumah tangga petani tambak selama 6 tahun terakhir mengalami peningkatan
jumlah rumah tangga yang dimilikinya rata-rata berkurang. Produksi bandeng
cenderung meningkat, produksi udang windu cenderung menurun. Jumlah tenaga kerja
rata-rata 2 orang tenaga kerja tetap, dan 5-10 orang tenaga kerja tetap/5hektar tambak.
Tujuan Penelitian adalah : (1) Menganalisis perkembangan rumah tangga petani
tambak, perkembangan luas tambak, perkembangan produksi tambak. (2) Menganalisis
sebarapa besar tingkat penyerapan tenaga kerja pada budidaya bandeng dan udang
windu di tambak. (3) Menganalisis seberapa besar tingkat konversi lahan tambak yang
digunakan untuk kepentingan lain. (4) Menghitung keuntungan dan efisiensi usaha
budidaya bandeng/udang windu.
Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (Purposive sampling), dengan alasan
bahwa ke tiga desa tersebut merupakan sentra budidaya bandeng/udang windu di
Kecamatan Sedati. Data yang diambil dalam penelitian adalah data primer yang
dikumpulkan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner terhadap 33 responden
ditentukan cara metoda purposive sampling (sengaja), dengan pertimbangan responden
tersebut memiliki tambak, mengelola tambak budidaya bandeng/udang windu, dan
berpengalaman. Sedangkan untuk data skunder diperoleh dari data informasi di
Kecamatan Sedati, Kelurahan Kalanganyar, Kelurahan Tambak Cemandi, Kelurahan
Segoro Tambak. Dinas Perikanan Sidoarjo.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis
deskriptif, analisis trend, analisis biaya dan keuntungan, dan analisis R/C Ratio. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan secara signifikan pada rumah
tangga petani tambak, dan pada produksi bandeng. Terdapat penyerapan tenaga kerja
menunjukkan sebesar 1.660 orang tenaga kerja tetap, dan 4.150 orang tenaga kerja tidak
tetap. Tingkat konversi seluas 4 hektar. Keuntungan yang didapat pada produksi
bandeng/udang windu sebesar Rp. 9.378.556/hektar/satu kali tanam. R/C Ratio rata-rata
sebesar 3.13, berarti usaha ini efisien dan layak untuk dipertahankan atau
dikembangkan.